Senin, 04 Mei 2009

Rhani Juliani yang Jadi Rebutan



Sosok Rhani Juliani membuat penasaran banyak orang. Ia menjadi tokoh penting dalam kasus tewasnya Nasrudin Zulkarnaen. Skandal cinta segitiga yang menyeret nama Antasari Azhar membuat nama Rhani menjadi perbincangan hangat. Secantik apa dia, begitu banyak orang bertanya-tanya.

Dalam blognya di blogspot, Rhani sempat memasang fotonya. Foto di blog tersebut kurang begitu jelas memperlihatkan wajah Rhani. Namun perempuan kelahiran 1 Juli 1986 ini membuat testimoni bila banyak orang yang menyebut dirinya manis.

"Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang2 di sekeliling aq. Diriku lahir pada tanggal 01 juli 1986. Jangan lupa ngado yah... Anak ke 3 dari 4 sodara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gw doyan. he he," begitu tulis Rhani mengenai dirinya di blog tersebut.

Wajah manis Rhani rupanya juga diakui oleh kampusnya, STIMIK Raharja. Penelusuran detikcom, setidaknya Rhani pernah menjadi cover sampul kalender 2009 sekolah tinggi di Tangerang tersebut. Beda dengan foto di blog, wajah Rhani di kalender ini lebih jelas dan terlihat menawan.

Dalam pose di kalender itu, cewek yang ingin menjadi wanita karir yang sukses dan mapan itu mengenakan toga lengkap dengan baju wisuda. Rambut panjang Rhani dibiarkan tergerai dengan poni yang mengintip sedikit di balik toganya. Dalam posenya, perempuan cantik ini tersenyum manis.

Namun beda dengan penampilannya yang memikat, nilai pelajaran Rhani justru kurang bagus. Dalam Surat Tanda Lulus (STL) SMU, nilai Rhani hanya pas-pasan. Nilai untuk Pancasila dan kewarganegaraan tertulis 5,84. Pendidikan Agama tertulis 6,43 dan praktek 8,0. Lalu bahasa dan sastra Indonesia tertulis 5,61 dan praktek 7,33. Sedangkan sejarah nasional dan sejarah umum 6,69.

Sumber : detik

Kronologi Pembunuhan Nasrudin

Pembunuhan Nasrudin

Pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dilakukan secara terencana dan melibatkan banyak pelaku. Antasari diduga sebagai aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.


Demikian penjelasan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono usai pemeriksaan yang berlangsung Senin (4/5) pagi hingga petang. Nama Antasari Azhar muncul setelah polisi menggali informasi dari tersangka sebelumnya yang telah ditahan. Total ada 11 tersangka yang terseret kasus pembunuhan ini.

Masing-masing Daniel (D) sang eksekutor, Edo (E) sebagai pemberi order, Henrikus Kia Walen (H) sebagai penerima order, Heri Santoso (HS) sebagai pengendara motor, A dan C sebagai pemantau lapangan saat eksekusi, AM sebagai pemantau kebiasaan korban, Wiliardi Wizard (WW) dan Jerry Kusuma (JK) sebagai penghubung, SHW sebagai penyandang dana, dan AA sebagai aktor intelektual.

Penangkapan-penangkapan itu, lanjut Wahyono, dilakukan setelah pihaknya mendengarkan keterangan-keterangan awal dari beberapa saksi yang menyaksikan penembakan itu. Keterangan saksi-saksi itu mengungkap identitas sepeda motor yang digunakan pelaku yakni jenis Yamaha Scorpio. Dari penelusuran terhadap sepeda motor itulah Polisi menangkap Heri Santoso (HS) dan menyita sepeda motor tersebut.

Dari keterangan Heri, diketahuilah identitas Daniel (D) dan Hendrikus (H) yang merupakan orang yang memberikan pekerjaan. Setelah menangkap H, barulah diketahui bahwa ada pihak lain yang terlibat dalam penembakan tersebut. Mereka adalah A dan C. Kedua tersangka itu berperan sebagai pemantau lapangan dan berada di dalam mobil saat kejadian.

"Hasil penangkapan terhadap A membuahkan informasi keterlibatan pelaku lain yakni AM yang perannya adalah memantau serta mengobservasi kebiasaan korban sehari- hari," jelas Wahyono. Ia mengatakan sebelum penembakan yang dilakukan di Modern Land, Tangerang pada 14 Maret 2009 sekitar pukul 14.05 WIB, para pelaku terlebih dahulu melakukan observasi serta mengamati kebiasaan korban sehari-hari.

Keterangan A menyebutkan bahwa AM juga sebagai pihak yang mengawasi pelaksanaan eksekusi terhadap Nasrudin. Untuk menjalankan pekerjaan itu, AM menerima dana atas pekerjaannya dari A. Ternyata, tersangka A pula yang bertugas menyediakan senjata api jenis revolver dengan cara membeli dari pihak lain.

Sebagian sisa dana yang diterimanya, telah pula digunakannya untuk membeli dua buah sepeda motor Yamaha Mio warna merah dan Jupiter MX warna hitam. Kedua sepeda motor itupun telah disita Polisi. Setelah ditangkapnya Heri dan Hendrikus, barulah Polisi berhasil menangkap D sang eksekutor setelah yang bersangkutan kembali ke Jakarta.

Dari keterangan D, Polisi berusaha menggali informasi tentang keberadaan senjata api yang telah digunakan untuk membunuh korban. Setelah itu, baru diketahui bahwa senpi itu berada di tangan Hendrikus yang memberi pekerjaan tersebut.

Akhirnya, pengakuan H menyebutkan bahwa senpi tersebut disimpan H dengan cara memendamnya di dalam tanah. Setelah menggali tempat tersebut, Polisi menemukan senpi yang dimaksud lengkap dengan enam butir peluru.

Ternyata dua peluru dalam keadaan tidak berproyektil lagi. Artinya dua peluru itu telah digunakan untuk menembak. Sedangkan empat peluru lainnya masih utuh dan terletak di silinder senpi tersebut. Pengusutan dilanjutkan dan hasilnya Polisi mengetahui bahwa H sang pemberi kerja, menerima order pekerjaan dan dana dari seseorang yang berinisial E (Edo).

E pun ditangkap Polisi. E menyebutkan, ia ikut dalam pertemuan- pertemuan dan dipertemukan dengan oleh orang yang bernisial C untuk ketemu dengan orang yang lainnya lagi. Ternyata orang tersebut Wiliardi Wizard (WW), polisi aktif berpangkat Kombes yang pernah menjabat Kapolres Jakarta Selatan.

Pemeriksaan terhadap WW menyebutkan bahwa ia mengakui telah menyediakan orang-orang untuk melaksanakan pembunuhan berencana tersebut. Ia juga mengakui, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut setelah menerima dana dari Sigid Haryo Wibisono (SHW), seorang pengusaha pemilik PT Pers Indonesia Merdeka dan dihubungkan oleh Jerry Kusuma (JK). SHW yang kemudian ditangkap Polisi mengakui telah menyediakan dana untuk pembunuhan tersebut. Ia juga menyampaikan perihal siapa yang akan menjadi target penembakan itu.

Sigid pula yang menguak keterlibatan Antasari Azhar (AA) dalam pembunuhan berencana terhadap Nasrudin. Dari keterangan SHW, akhirnya polisi memanggil dan memeriksa AA dan menetapkannya sebagai tersangka.

Sumber :Kompas

Minggu, 03 Mei 2009

BUCKLING PEDROSA, ROSSI WINNER



Jerez - Valentino Rossi overcome Dani Pedrosa host the MotoGP title at the Spanish circuit of Jerez on Sunday (3/5/2009). "The Doctor" is to reach his first victory this season.

Starting the race in fourth position, Rossi Pedrosa bury the hope of increasing the upper front of the podium for support. Continue to lead from start to mid-career, Pedrosa let place to start the round 17.

Since Rossi is unbearable and finish number one, while reach first victory this season. In the two previous installments of Fiat Yamaha is only one finalist team in Qatar and Japan.

Meanwhile, Pedrosa, winner of the season in Jerez, be met in the second place, followed by Casey Stoner in the rankings of the three. In Klasemen Rossi grab top position for Jorge Lorenzo with the value 65. Lorenzo was unable to complete their own race, because the fall in the final four laps.

In the presence of 123,340 spectators, Stoner and Pedrosa good in the beginning. They take the pole position of the position Lorenzo in the first curve, when the race begin.

Rossi fourth place in the stem, followed Randy De Puniet and Colin Edwards. This position does not change much until the first round is completed.

In the second round defeated Lorenzo Rossi successfully is a co-partner in the Fiat Yamaha team, to take a position three. Not long after he, Stoner, Pedrosa and start the competition involved in the tight group of potential customers.

Behind them is pretty exciting race going between De Puniet, Loris Capirossi and Edwards.

Rossi continues to climb after the fifth lap Stoner passing. But it is not time for the straight track at a curve at Stoner will counterattack before.

Rossi and Stoner duel continue and in the sixth round Rossi wins again. Basically, Andrea Dovizioso Honda drivers making mistakes, stray from the sand track.

Until the race is held flat plane, either at the front, middle and posterior. Stoner on lap 14 from the start behind Rossi, while the champion survived hunting Pedrosa stubborn. Proximity and that continue to move up, one second to be more or less a second.

Pedrosa starts around 16 is in a lot of pressure because it is so close to Honda to Yamaha Rossi driver. And the pressure that can not afford a next Atasi back when, before a junction, take the right Pedrosa, Rossi, and also changed his position. Rossi leads.

Lap after lap Pedrosa next does not seem more competitive than Rossi. From there, victory for the show rider in Italy.

Unlike the Rossi, Lorenzo have great weight. Go unopposed, also fall in the curve of time. When not stable awake, which is one of the trowing way motor and Gravel.

Lorenzo can get up and helped some staff to return a motor. However, the hapless far not because then it must be signed in the garage and not to complete the race. Expected upset and beat motor front wing. Climax Lorenzo made the podium is always an increase in the first two series: the number three in Qatar, the number one in Japan.

De Puniet's gain and complete failure of Lorenzo in fourth place, ahead of Marco Melandri and Edwards.

Spanish MotoGP result:

1. Valentino Rossi Yamaha 45 menit 18,557 detik
2. Dani Pedrosa Honda + 2,700
3. Casey Stoner Ducati + 10,507
4. Randy de Puniet LCR Honda + 31,893
5. Marco Melandri Hayate Kawasaki + 33,128
6. Colin Edwards Tech 3 Yamaha + 34,128
7. Loris Capirossi Suzuki + 34,421
8. Andrea Dovizioso Honda + 34,625
9. Toni Elias Gresini Honda + 42,689
10. Chris Vermeulen Suzuki + 45,183
11. Sete Gibernau Hernando Ducati + 48,192
12. Yuki Takahashi Scot Honda + 51,875
13. James Toseland Tech 3 Yamaha + 53,683
14. Alex de Angelis Gresini Honda + 53,941
15. Nicky Hayden Ducati +1m01,237
16. Niccolo Canepa Pramac Ducati +1m10,896